MAKALAH RUANG LINGKUP PERSEMBAHYANGAN BASARAH


RUANG LINGKUP PERSEMBAHYANGAN BASARAH



BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Dalam persembahyangan kita memuja dan memuji kebesaran Ranying Hatala Langit Ida Shang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa, berarti kita memohon ampun atas segala kesalahan yang pernah kita lakukan baik sengaja atau tidak sengaja dan melalui Basarah kita memohon petunjuk-Nya.
Sering kali dalam pelaksanaan ritual basarah  pikiran kita kurang terpokus dalam pemusatan kehadapan Ranying Hatala Langit Ida Shang Hyang Widhi Wasa atau bahkan tidak berkonsentrasi sama sekali, ada salah satu ayat veda yang mengatakan dalam sebuah kebodohan penyebab utamanya adalah ketidaksadaran kita, ketidaktubumh kembangnya kesadaran  dikarenakan kurangnya  pemahaman, penghayatan, serta penerapan terhadap ruang lingkup persembahyangan basarah yang meliputi pemahaman arti kata Basarah, tempat-tempat untuk melaksanakan sembahyan Basarah, alat-alat atau sarana dalam ritual Basarah dan fungsi dari pada kidung Kandayu yang semestinya kita harapkan untuk meningkatkan kwalitas spritual kita, oleh sebab itu dalam makalah  ini kami  membahas sebagian dari pada ruang lingkup persembahyangan basarah tersebut yang dianggab bagian terpenting untuk membantu meningkatkan kwalitas spritual  dalam pemujaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui basarah.

B.        Rumusan masalah
1.      Apa pengertian dari pada persembahyangan basarah ?
2.      Apa saja tempat-tempat untuk melaksanakan persembayangan  ?
3.      Apa saja alat-alat yang diperlukan dalam ritual basarah ?
4.      Bagaimana fungsi kidung kandayu  dalam ritual persembahyangan  basarah ?

C.        Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari persembahyangan basarah !
2.      Mengetahui tempat untuk melaksanakan persembahyangan basarah !
3.      Untuk mengetahui alat-alat yang diperlukan dalam ritual basarah !
4.      Untuk mengetahui fungsi kidung kandayu dalam ritual persembyangan basarah !

D.       Metode Penulisan
Metode penulisan yang kami gunakan dalan penulisan makalah ini adalah dengan menggunakan metode kepustakaan atau literatur.


BAB II
PEMBAHASAN

A.        Pengertian Persembahyangan Basarah
Sembahyang sama artinya dengan Basarah. Basarah berasal dari kata sarah yang artinya menyerahkan diri kepada tuhan ranying hatala ida shang hyang widhi wasa dengan tulus dan iklas.
Pengertian basarah dapat juga kita fahami dari suatu istilah yang bertitik tolak dari dua segi  :
1.      Dari segi Etimologi menurut alim ulama (basir/pisor) hindu kaharingan basarah berasal dari kata :
B    = Basalungkem ( Bersatu Pada )
A    =  Auh ( Suara )
S     =  Saritan ( Uraian )
A    =  Ajar ( Ajaran )
RA  =  Ranying ( Kuasa )
H    =  hatalla ( tuhan )
    Jadi basarah berarti “barsatu pada suara yang menguraikan ajaran kuasa tuhan “

2.      Dari segi isi dan makna basarah berarti mengamalkan ajaran tuhan dalam wujud bhakti yang tulus dan iklas kepada ranying hatala langit, dengan demikian maka basarah sama artinya dengan bersembahyangan.
Dari pengertian pengertian- basarah diatas dapat pula disimpulkan bahwa tujuan dari pada Basarah pada umumnya adalah:
·         Memohon kesucian jiwa( Atma/sumpuk Entang) oleh kemlan Ranying Hatala untuk melenyapkan kegelapan Bathin, adharma serta eleburan dosa.
·         Untuk mengagungkan kekuasaan Ranying Hatala yang bertujuan untuk menumbuhkan sikap tenang dan kreatif, tdak mudah putus asa serta jujur.
·         Untuk memohon keselamatan, panjang umur yang dapat menumbuhkembangkan sikap rendah hati, hormat-menghormati, mengakui kelemahan dan keterbatasan.
·         Untuk membalas kemurahan Ranying Hatalla Langit dan sebagai permohonan maaf lahir bathin atas segala kesalahan dan dosa yang dierbuat.
·         Untuk mewujudkan rasa bhakti dengan Ranying Hatalla Langit. “Dalam hal ini Basarah dilaksanakan dengan tata aturan (Talatah) misalnya yang berkaitan dengan aspek kesucian jasmani dan rohani, aspek waktu, sikap badan, upakara yang dipergunakan dan tempat pelaksanaan ( DIPA STAN-TP Palangkaraya:2005)”


B.      Tempat Sembahyang (Eka Basarah )

Tempat sembahyang ( eka basarah ) dalam agama hindu kaharingan disebut dengan balai basarah ( balai kaharingan ). Balai basarah adalah tempat yang disucikan umat hindu kaharingan, dan bisa juga tempat lain yang dianggap suci, misalnya di rumah sendiri setiap meneneng pakanan batu. Telun dan juga buhul basarah di balai basarah, balai basarah juga disebut sebagai tempat memuja dan memuji Ranying Hatala Langit. Adapun nama-nama tempat suci menurut Agama Hindu Kaharingan adalah sebagai berikut :

a.      Balai Basarah
        Balai Bsarah adalah tempat Basarah ( Sembahyang ) bagi umat Kaharingan, untuk memohon keselamatan dan kedamaian.

b.      Balai Paseban Raja
        Balai Paseban Raja adalah tempat memuja dan memuj Garing Hatungku. Garing Hatungku yaitu perwujudan dari tiga kekuatan kekuasaan Ranying Hatalla Langit. Balai Paseban in ada yang mencapai tujuh tingkat, yang tujuh tingkat adalah tempat pemujaan Raja Uju Hakanduang dan Lambang dari 7 lapis Langit.

c.       Balai Antang
        Balai Antang yaitu sebuah tempat pemujaan kepada Raja penguasa pintu Langit. Balai ini ditempatkan di dalam rumah di atas pintu utama masuk rumah. Keberadaan Balai Aang di rumah, akan memberikan kenyamanan bagi keluarga rumah.

d.      Pasah Patahu ( Balai Patahu )
        Asah Patahu adalah tempat pemujaan kepada eluhur penjaga/pemlihara desa dari pengaruh jahat. Pasah Patahu ditempatkan di tengah desa atau ditempatkan  ditempat yang aman.

e.      Pasah Karamat
        Pasah Karamat adalah tempat pemujaan kepada para leluhur penjaga/penguasa suatu wilayah. Pasah Karamat ini dibangun dan ditempatkan di tempat-tempat yang disucikan dan tidak boleh diganggu kelestariannya. 

C.      Alat-Alat Basarah
1.      Sangku
Dalam melaksanakan basarah, sangku dibersihkan dan diisi dengan beras sampai penuh. Beras adalah simbol keberadaan hidup dan kehidupan di dunia ini. Dengan perantara beras disamping ia menjadi makanan, beras telah mengundang (wahyu) ranying hatala langit dan seluruh manifestasinya beras juga sebagai wujud kekuatan kemahakuasaan Ranying Hatala Langit.

2.      Beras Hambaruan
Behas hambaruan adalah beras yang dipilih sebanyak tujuh (7) biji dalam keadaan putih bening dan dibungkus dengan potongan kain putih. Bungkus behas hambaruan tersebut ditempatkan di tengah-tengah sangku yang berisi beras tadi. Behas hambaruan tujuh biji tersebut sebagai lambang raja uju hakandunang, yaitu tujuh perwujudan Ranying Hatala Langit

3.      Dandang Tingang
Dandang tingang adalah bulu ekor tingang yang ditempatkan/ditancapkan ditengah-tengah sangku berdekatan dengan bungkus behas hambaruan. Dandang tingang mempunyai dua warna yaitu warna putih dan warna hitam kedua warna ini melambangkan putih alam kesucian Ranying Hatala Langit dan hitam adalah alam hidup dan kehidupan

4.      Giling Pinang
Giling pinang adalah sirih, kapur dan pinang yang dibuat sebegitu rupa dengan bentuk kerucut. Giling pinang adalah simbol tiga perwujudan kuasa ranying hatala langit dalam bentuk kesuburan bumi kepada hidup dan kehidupan manusia.

5.      Rukun Tarahan
Rukun tarahan adalah rokok. Rokok juga sebagai lambang dari api. Api adalah bagian dari kehidupan manusia,namun penggunaannya dilihat dari segi kepentingaanny.

6.      Tanteluh Manuk
Telur ayam adalah lambang dari korban suci yang dipersembahkan kepada ranying hatala langit untuk menetralisir segala pengaruh buruk          yang bisa mempengruhi hidup dan kehidupan

7.      Undus Tanak ( Minyak Kelapa )
Undus tanak didasarkan pada hakekat minyak yang licin dan bersih, sehingga dapat melepaskan dan membalikan sesuatu yang kusut dari manusia. Dengan alasan minyak kelapa akan terlihat bersih dan mengkilap bersinar.
8.      Tampung Tawar
          Tampung tawaryait sarana Basarah yang dibuat dari daun kelapa mda yang dianyam sedemikian rupa sehingga digunakan untuk memercikan air yang telah disucikan sebagai simbol Nyalung Kaharingan Belum( Air Suci Kehidupan) Air suci kehidupan merupakan sumber anugerah Ranying Hatalla Langit yang selayaknya kita terima sebagaimana bhakti kita kepada-Nya.
9.      Parapen
         Parapen( perapian ) yaitu bara api tempat kita membakar kemenyan atau gaharu sehinga menyebarkan asap yang berbau harum semerbak mewangi. Asap kemenyan menumbuhkan rasa ketenangan bathin kita. Sehingga memudahkan pikran kita terpusat kehadapan Ranying Hatalla Langit sebagaimana Hakekat kehendak kita dalam melakukan upacara Basarah.
10.  Kambang
         Kambang yaitu bunga yang selalu digunakan pada saat basarah dan ditempatkan dalam sangku. Lakasana Bunga yang harum dan indah kita akan mendapatkan kasih sayang yang baik pula dari Ranying Hatalla.
11.  Duit Singah Sangku
         Duit yaitu mata uang yang ditempatkan dalam sangku. Segala sarana Basarah akan dilengkapai engan mata uang yang ada, sehingga Basarah yang akan kita lakukan akan terasa amai di hati dan pikiran.


D.     Fungsi Kidung Kandayu dalam Pelaksanaan Upacara Basarah

                Kandayu adalah nyanyian suci yang dilagukan pada saat Basarah ( Smbahyang ) di Balai Kaharingan.  Kandayu berisikanpi-pujian yang ditujukan kepada ranying Hatalla Langit/ Tuhan Yang Maha Kuasa.

                Kandayu dapat dibgi menjadi empat bagian  :

1.      Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja,Yaitu terdiri dari21 ayat yang isinya menyatakan penyatuan bathin umat kaharingan yang melaksanakan basarah kehadapan Ranyng hatalla langit /t tuhan yang maha esa,oleh karena itu sangku tambak raja ini selalu di tempatkan di tengah-tengah pada saat basarah.
Dalam upcara basarah,sangu tambak raja ditempatkan diatas meja kecil sehingga tampk lebh tinggi dari lantai tempat duduk. Sangku diletakan diats alas kain yang bersih , yang berwarna-warni kecuali warna hitam.
2.      Kandayu Mantang Kayu Erang, yaitu teriri dari 114 ayat yang menceritakan tetang perjalanan Banama Tingang Memohon Rejeki Memohon Petunjuk Kepada Ranying Hatalla Langit.
3.      Kandayu Parawei, yaitu terdiri dari 17 ayat yang isinya memuja Nama Ranying Hatalla Langit / Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan alam semesta dan serta isinya.
4.      Kandayu mambuwur behas hambaruan, yaitu terdiri dari 7 ayat yang isinya kidung suci yang mengiringi kita sama-sama menerima berkah dari ranying hatalla langit / tuhan yang maha esa yang berupa behas hambaruan / beras,mantis undus,nyaki tanteluh manuk darung tingang /telur ayam,tampung tawar / percikan air tirtha yang di berikan oleh petugas basarah.



BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan

Sembahyang sama artinya dengan Basarah. Basarah berasal dari kata sarah yang artinya menyerahkan diri kepada tuhan ranying hatala ida shang hyang widhi wasa dengan tulus dan iklas.
Pengertian basarah dapat juga kita fahami dari suatu istilah yang bertitik tolak dari dua segi  :
3.      Dari segi Etimologi menurut alim ulama (basir/pisor) hindu kaharingan basarah berasal dari kata :
B    = Basalungkem ( Bersatu Pada )
A    =  Auh ( Suara )
S     =  Saritan ( Uraian )
A    =  Ajar ( Ajaran )
RA  =  Ranying ( Kuasa )
H    =  hatalla ( tuhan )
    Jadi basarah berarti “barsatu pada suara yang menguraikan ajaran kuasa tuhan
Tempat-tempat persembahyangan meliputi :
Balai basarah, balai antang, balai paseban raja, pasah patahu, dan balai karamat.
Alat-alat yang dipergunakan dalam upacara basarah adalah :
Sangku, behas, dandang tingang, sipa, rukun tarahan, kambang, parapen/dupa, singah sangku, tanteluh manuk, tampung tawar, undus dan behas hambaruan.
Adapun kandayu yang digunakan dalam upacara basarah umumnya adalah :
Kandayu manyarah sangku tambak raja, kandayu mantang kayu erang, kandayu parawei, dan kandayu mambuwur behas hambaruan.




Related Posts:

2 Responses to "MAKALAH RUANG LINGKUP PERSEMBAHYANGAN BASARAH"